Tempat para pecinta Suikoden Indonesia untuk berkumpul dan santai-santai (sekaligus melepaskan stress melalui lelucon garing)
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Prince_Frey
Corporal
Corporal


Female
Jumlah posting : 98
Age : 27
Lokasi : BiNus Senayan
Registration date : 31.07.08

Written On The Star
Star of Destiny: Tenei Star
Race: Human

PostSubyek: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Fri Aug 01, 2008 5:02 pm

CHAPTER 1 ~ Here We Come


Note : episode 1 ini sudah pernah ditampilkan di Suikoguys Group - hanya ada sedikit revisi


-SHIROMA-

malam ini aku ga bisa bobok sama sekali...
segala macam pikiran berkecamuk di otakku,
betapa nggak,
my beloved lovely cutey royale elegance Prince Freyjador bakal sekelas sm akuuuu....oH Nooo...atashi no ouji-sama....

aku jadi ingat masa2 pertama ketemu dengannya 6 tahun yg lalu,
waktu aku lagi ikut tour ke Falena Queendom,
aku yg tersesat mulai menangis karena putus asa mencari rombongan,
tiba2 seorang gadis kecil yg dipanggil princess Lymsleia oleh dayangnya menabrakku tanpa minta maaf...
BRUK- aku terjerembab.
"sialan!" umpatku dalam hati. Darah segar menetes dari lututku.
Memang pada dasarnya aku anak cengeng, luka sedikit saja membuat air mata menggenangi mataku.

Tiba-tiba sesosok bayangan kabur anak laki-laki sebaya denganku mengulurkan syal nya, dan dengan hati2 membalut luka ku, "maafkan Lymsleia, ia tidak sengaja tadi," katanya lembut.
aku mengucek mataku dan memperhatikan sosok berambut terang itu,

"siapa kau ?" tanyaku sambil terisak-isak

"Freyjador" jawabnya sambil tersenyum dan berlalu mengejar lymsleia.



-Tir Mcdohl-

Sebenarnya bersekolah di sini bukan keinginanku,
TAPI GREMIO !!!
aku melamun sambil menatap kosong seluruh isi kelas,

"Ayolah Tuan Muda, bersekolah bukan ide yg buruk. Anda akan mendapatkan banyak teman, dan gelar hero paling pendiam tidak akan Anda sandang lagi...lagipula akan ada banyak cewek di sana, mau yg kurus, sexy, langsing, bohay, gendut, berotot, tomboi, feminim, childish, wajah imut, wajah boros, wajah kasar, semuanya ada...Tuan muda tinggal pilih saja, dan saya akan tuliskan surat cinta padanya, bagaimana?"

"Aku tidak tertarik, Gremiooooooo !!!" teriakku sebal, "lagipula skrg jaman nya imel, surat cinta mah udah ketinggalan jaman!"

"Tuan muda...tuan muda...Anda hanya banyak bicara pada saya saja. Padahal Anda adalah anak dari jenderal Mc Dohl yg tersohor. Seorang pemimpin harus cakap berbicara kepada bawahannya...."

"Ah, sudahlah jgn cerewet! sekali NGGAK ya NGGAK !"

Grrr...wajah Gremio kelihatan sebal. Sebenarnya aku tidak bermaksud bicara sekasar itu padanya, tapi kali ini ia benar-benar membuatku pusyiiiinggg...!!!

"Baiklah, Tuan Muda!" katanya tiba2 dengan suara tegas, "Kalau Anda tidak mengikuti saran saya demi kebaikan Anda sendiri...saya TIDAK AKAN memasak Gremio's Special Stew favorit semua orang di suikoden universe untuk Anda lagi!"

"APAAAA??????"

Aku begitu shock mendengar ultimatum itu sampai melongo selama beberapa detik. Membayangkan hari-hari tanpa stew bikinan Gremio sama seperti puasa selama-lamanya.....

Dan di sinilah aku sekarang.
Murid pindahan di kelas 2 Jowston School

kuharap tak ada hal buruk menimpaku


-Freyjadour-

Aku melihat rombongan siswa baru Jowston School berjalan dengan semangat memasuki gedung sekolah.
Ada rasa iri dalam hati ku.

Seandainya saja, aku bisa menjalani kehidupan seperti itu. Tanpa harus dikawal, tanpa harus diantar jemput dengan mobil pribadi setiap hari.

Aku pernah merasa sakit hati ketika suatu hari, aku melihat headline sebuah artikel di media massa menulis sesuatu tentang diriku,
PENGAWALAN YANG BERLEBIHAN TERHADAP PANGERAN - inikah salah satu bentuk penghamburan uang istana ?

Aku tau sejak kecil bahwa pangeran tidaklah berarti bagi Queendom, pewaris tahta adalah seorang perempuan, seorang putri. Ibu selalu berusaha menjaga perasaanku, ia mengatakan bahwa artikel itu hanyalah sampah dan tidak berarti sama sekali, bahwa itu adalah tabloid murahan yg kekurangan berita dan sebagainya.

Tapi artikel itu tidak sepenuhnya salah. Aku bukanlah pewaris tahta, jadi untuk apa semua pengawalan dan penjagaan pribadi ini? Aku lebih senang bila dapat merasakan hidup seperti layaknya rakyat biasa.

Seorang pangeran ?

Bukan,
aku hanyalah seorang pengecut dan pecundang!


Terakhir diubah oleh Prince_Frey tanggal Sun Aug 03, 2008 1:48 am, total 2 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.shiromage.blogspot.com
Prince_Frey
Corporal
Corporal


Female
Jumlah posting : 98
Age : 27
Lokasi : BiNus Senayan
Registration date : 31.07.08

Written On The Star
Star of Destiny: Tenei Star
Race: Human

PostSubyek: Re: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Fri Aug 01, 2008 5:11 pm

CHAPTER 2 ~ A leader I used to met
Note : begitu juga dengan episode 2 ini, hanya ada sedikit revisi


-SHIROMA-

Aaah, kelas masih sepi!
ini karena aku terlalu bersemangat bakal ketemu Prince Frey...

Aku memilih tempat duduk dekat jendela yg menghadap gerbang, siapa tau aku bisa melihat mobil Prince saat dia datang nanti,
hihihi, memikirkan hal itu aku jadi tertawa sendiri!

Graaak , tiba2 pintu kelas terbuka dan masuklah seorang cowok asing yg blm pernah kulihat sebelumnya. Mungkin dia anak baru?

"Halo?" sapaku seramah mungkin, "Kau siswa baru ya? Siapa namamu? aku Shiroma"

Dia memandangku sekilas dan mengangguk, lalu berjalan lg mencari tempat duduk, "Tir" jawabnya singkat

Apa-apaan dia? Dingin sekali! Masih anak baru saja sudah belagu, awas kalo dia butuh apa-apa, aku malas membantunya!



-Tir Mcdohl-

"Tir, kau ikut klub sepak bola saja?" kata salah seorang teman sekelasku
"Jangan, kau akan lebih berkembang di klub martial !"
"Kalo menurutku sebaiknya klub ninja saja ?"
"Di host club kau akan dikelilingi banyak cewek loh"

bla bla bla bla......

Kupikir cewek berambut pink yg bernama Shiroma tadi sudah cukup cerewet, ternyata masih ada sejuta orang yg jauh lebih cerewet.
Apa mereka tidak capek bicara terus-terusan ?

"Aku ikut klub mancing," jawabku singkat

Semua orang terdiam. "Tapi di sini tak ada klub itu," jawab salah seorang dari mereka.

"Apa salahnya mendirikan klub baru klo klub yang ada sama sekali tidak kita minati ?"
aku memandang berkeliling ke wajah2 bingung itu, sekilas memandang Shiroma yg tiba2 saja ekspresinya berubah,
tapi aku tidak tahu artinya.

Tiba-tiba saja, dia berdiri.....
"A...Aku juga mulai saat ini mau membuka klub summoner," katanya terbata-bata. "Walaupun di sini kita tidak bisa mensummon guardian force, aeon, maupun eidolon, tapi aku akan mempelajarinya secara teori"

Wuakakakakakakaka.....semua orang menertawakannya. Memang tak ada satu kata pun yang dia ucapkan bisa kumengerti. Summoner? Aeon? Eidolon? Omong kosong apa lagi itu?

Tiba2 seorang anak berambut jabrik berkata, "Dasar cewek berambut pink yang aneh, memangnya siapa yg peduli padamu ?"

Aku tidak suka dengan nada bicaranya yang meremehkan, "Sudah kubilang tidak ada yg salah klo ingin membuka klub baru, begitu juga dengan Shiroma. Benar kan namamu?" aku tersenyum pada cewek berambut pink itu.

Anak jabrik itu diam. Shiroma tampak kaget mendengar pembelaanku, namun akhirnya tersenyum juga.

"Ayo, kita temui si Ketua OSIS dan ajukan proposal klub baru," kataku sambil menyeret pergelangan tangannya.

Kami pun meninggalkan kelas.



-Shiroma-

Deg deg deg deg deg deg.....


ya ampun jantungku ! jangan sekarang, please......
Aku benar2 tidak tahu mana yg membuatku deg2an,
karena Tir menggandengku ato karena bakal ketemu Prince ???

Sejujurnya selama 15 tahun, aku belum pernah sekali pun digandeng cowok selain ayah dan kakakku.

Kupikir Tir orang yang dingin, tapi ga tau kenapa aku jadi bersemangat saat dia mengatakan kemauannya, dan tanpa sadar aku juga mengutarakan keinginanku pada teman sekelas.
Walaupun baru mengenalnya, aku menyadari ada yg sama antara Prince Frey dan Tir,

kepedulian,

dan kharisma seorang leader.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.shiromage.blogspot.com
Prince_Frey
Corporal
Corporal


Female
Jumlah posting : 98
Age : 27
Lokasi : BiNus Senayan
Registration date : 31.07.08

Written On The Star
Star of Destiny: Tenei Star
Race: Human

PostSubyek: Re: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Sat Aug 02, 2008 12:49 am

La Bleu Ciel d' Amour

A White Mage Production
Featuring


shiroma Highwind





Tir McDohl





and Frey




a Passion

a Friendship

a Sacrifice



It's all about LOVE
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.shiromage.blogspot.com
Prince_Frey
Corporal
Corporal


Female
Jumlah posting : 98
Age : 27
Lokasi : BiNus Senayan
Registration date : 31.07.08

Written On The Star
Star of Destiny: Tenei Star
Race: Human

PostSubyek: Re: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Sun Aug 03, 2008 4:47 pm

CHAPTER 3 ~ Friend : A Shoulder To Cry On


-Frey-

Aku memandang gerombolan anak-anak di taman belakang dari jendela ruang dewan murid (aka OSIS).
Hei, Apa yang mereka lakukan?
menggencet siswa baru ??
selama beberapa detik, aku berniat untuk keluar dan mengurus mereka.
Tapi berikutnya pada saat yang hampir bersamaan, sekelebat pikiran melintas di benakku...

"Kau hanyalah Ketua Dewan Murid sok yang tidak pernah meladeni anak2 seperti kami, jangan bangga karena posisimu sebenarnya hanya ulah dari sekelompok orang yang ingin mendapat dukungan dari Falena, jadi berhentilah mengerecoki kami dengan semua omong kosong dan sampahmu itu!"

Aku kembali terduduk, kalimat itu masih membekas dalam ingatanku. Saat itu aku baru saja menjabat sebagai Ketua Dewan Murid. Aku sangat bersemangat menjalankan kewajibanku. Bila di Falena, aku hanya dianggap sebelah mata, maka di sinilah aku bisa membuktikan diriku.
Tapi...hanya sepatah kalimat itu yang kudapat.
Kalimat yang terlontar dari siswi kelas 3 yang merokok dan menggunakan drugs.

Aku benar-benar muak dengan diriku!

Tok tok tok.
Lamunanku dikejutkan oleh suara ketukan di pintu. "Silakan masuk," jawabku.

Dua orang murid kelas 2 masuk sambil ngos-ngosan.

"Gila! Jauh banget sih ruang OSIS ini..." kata siswa laki-laki berambut coklat itu.
"Ssssstt..." tegur yang satunya lagi, sepertinya aku pernah melihat dia.

"Ya, silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu ?" tanyaku mempersilakan mereka.

"Kami mau membuka klub baru, boleh kan?" kata siswa cowok itu.

Aku berdiri sambil tersenyum, "Hmmm....boleh saja. Tapi tolonglah, duduk dulu dan perkenalkan diri kalian oke?"

"Aah..maafkan kami," kata si cewek berambut pink sambil menyeret yang satunya duduk, "Tunjukkan sopan santunmu, Tir !"

"oke..baiklan, baiklah," jawabnya dengan enggan "Namaku Tir McDohl, anak baru dari kelas 2B."
"Aku...aku Shiroma Highwind dari kelas 2B juga." wajahnya bersemu merah.

"Waaah...senang sekali ternyata kita teman sekelas. Namaku adalah Freyjador, Tir. Aku harus datang 1 jam sebelum pelajaran dimulai sebagai Ketua Dewan Murid, di Jowston School namanya bukan OSIS, jadi blm sempat mengunjungi kelas kita."

Aku lalu menjelaskan semua prosedur untuk membuka klub baru, mulai dari proposal, persiapan ruangan, peralatan dan segala macam.

Sekali lagi, aku muak dengan diriku...
belagak sabar, ramah dan pengertian...
padahal aku ingin berteriak...

aku ingin melarikan diri dari semua ini !!!!

"Prince Frey, kau boleh menumpahkan semuanya pada kami," aku shock mendengar kalimat itu.

Shiroma yang mengatakannya.



-Shiroma-

Aku tertegun mendengar suara Prince saat menjelaskan aturan2 klub baru.

Ya ampuuuun....rasanya aku mau pingsan saja.

Mati pun rela saat mendengarkan suaranya.
Ups! gak deh...klo mati, aku ga bakalan bisa melihat wajah kerennya lagi, dan mungkin aku harus melihatnya menikah dengan cewek lain dari alam baka....rasanya tidak ada yang lebih menyedihkan daripada itu.

Tapi,

Ada yang aneh dengan Prince.

Ada sesuatu yang berbeda dengannya.
Sesuatu yang aku temukan 6 tahun yang lalu, tapi hari ini tidak.
Apakah aku terlalu dijerat oleh impian masa lalu ?
Ataukah Prince yang dulu telah berubah ?

Aku...
Aku ingin sekali bertanya padanya, apakah dia dalam kesulitan ?

Ayo, Shiroma...kau harus mengatakannya!!

"Prince Frey, kau boleh menumpahkan semuanya pada kami," tanpa sadar aku mengucapkan kalimat tolol itu.

Serta merta, Prince Frey berhenti bicara.
Dia memandangku.
Entah apakah itu campuran shock dan heran...aku tidak tahu.
Yang jelas, ditatap begitu olehnya, jantungku serasa dipukul pake palu,

DAG DUG DAG DUG DAG DUG....help me please!!!




-Tir McDohl-

Well, ruangan OSIS ato Dewan Murid ato apalah namanya, benar2 di desain untuk kalangan atas. Sama seperti kantor ayahku, yang membuat aku nggak betah lama-lama di sini.

Si Ketua menjelaskan panjang lebar tentang prosedur pembukaan klub baru. Aku mendengarnya sambil sesekali menguap (tentu saja aku menutupnya dengan tangan agar tidak mencolok, begini-begini aku masih tau sopan santun)

sedangkan cewek yang duduk di sebelahku ini, entah kenapa dari tadi terlihat salting. Apa karena ruangannya terlalu dingin ya ?
Ato jangan-jangan dia lagi sakit perut ?
Saat aku sedang sibuk membuat analisa tentang ke-salting-annya, tiba-tiba dia mengatakan sesuatu yang konyol...

"Prince Frey, kau boleh menumpahkan semuanya pada kami."

Frey berhenti ngoceh, wajahnya sedikit shock.

Hmmphss...aku menahan tawa.

Dasar cewek aneh. "Kau ngomong apa sih? Gak ada angin gak ada hujan."

Tapi situasi ini tidak lucu bagi Frey.
Dia memandang Shiroma seperti berusaha mengingat sesuatu, "Aku ingat siapa kau," katanya dengan nada hangat.

Hei, hei, hei...masa sih aku terjebak dalam urusan cinta yang konyol ini ?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.shiromage.blogspot.com
Prince_Frey
Corporal
Corporal


Female
Jumlah posting : 98
Age : 27
Lokasi : BiNus Senayan
Registration date : 31.07.08

Written On The Star
Star of Destiny: Tenei Star
Race: Human

PostSubyek: Re: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Mon Nov 24, 2008 10:54 pm

Chapter 4 ~ Oops, A little bit in my heart



-Frey-

Pagi yang cerah.
Aku sengaja turun dari mobil di dekat Rainwall Housing Complex.
Uhmmm...bukan apa-apa, dan tolong jangan mikir macam-macam.
Ini cuma sekedar usaha untuk menjawab rasa penasaranku tentang dia.

Well....baiklah...bilang saja aku sedikit ge-er, karena ternyata ada juga orang yang mengingat apa yang kulakukan padanya 6 tahun yang lalu, cewek pula.

Susah banget meyakinkan sopirku supaya menurunkan aku di sini. Dengan berbagai alasan dan latihan berkelit, akhirnya aku berhasil juga. Tapi dengan syarat dia memantauku dari jalan seberang kompleks, sweat deh!

Aku berdiri di ujung gang, berharap dia lewat. Ternyata ada untungnya juga jadi ketua dewan murid, aku bisa mengakses data pribadi para siswa. Untunglah hari ini bukan giliranku jaga ruang DM.

Seorang bapak-bapak berkumis lebat lewat, aku mengangguk padanya.
Kemudian seorang ibu dengan anak balita di gendongannya, aku pun tersenyum.
Kemudian seorang suster dengan kereta dorong bayi.
Lalu seorang kakek dengan cucunya, senyumku sudah mulai memudar dan sedikit dipaksakan.
Lalu dua ekor kucing berantem.
Sepasang kupu-kupu,
seekor lalat......
Seorang nenek keluar dari rumahnya membawa kantong sampah...

"Hai kau, sejak tadi berdiri di sana, menunggu siapa?" tanyanya setengah berteriak.

Karena malu membalas dengan berteriak juga, aku menghampirinya sambil tersenyum,

"Selamat pagi, nenek. Saya menunggu teman. Boleh saya bantu membuang sampah itu?"

"Oooooh..silakan, silakan anak muda. Ternyata selain tampan, kau juga baik," godanya "Siapa gadis beruntung yang kau tunggu-tunggu itu ?"

"A...apa ? Aku tidak bilang kalau..." jawabku tergagap.

"Aaah...sudahlah, mana ada seorang cowok mau menunggu teman sesama cowoknya sampe garing begitu ?" Ya ampun, gaul juga ya nenek satu ini, pikirku.

"Mmmm...dia teman satu sekolah, kemarin kami baru saja berkenalan. Ada sesuatu pada dirinya yang membuat aku penasaran, jadi..."

"Ha!" si nenek menepuk punggungku dengan sangat keras, hampir saja kantong plastik lepas dari genggamanku, dia terkekeh-kekeh, "Kau dari Jowston School ya ? Seperti apa rupanya gadis itu ? Dulu ketika aku masih muda, aku juga punya banyak penggemar. Setiap pagi saat aku membuka pintu, lebih dari 5 orang pemuda berderet ingin mengantarku"

Aku tersenyum...nenek yang lucu. Yah, nggak papa lah kalau aku membocorkan sedikit seperti apa cewek yang kutunggu.
Aku menunduk untuk membuka tutup tong sampah.

"Dia sekelas dengan aku di kelas 2B, rambutnya pink menyala. Pipinya sering bersemu merah, dan seingatku dia sedikit cengeng"

"Siapa namanya, anak muda ?" tanya si nenek masih sambil terkekeh.

"Namanya Shiroma, nek." aku menengadah.

Di sana, tepat di pintu masuk di belakang si nenek, berdirilah Shiroma.

Pipinya bukan saja bersemu merah, tapi seluruh wajahnya.

Astaga !



-Tir McDohl-

"Tuan Mudaaaaa....jangan lupa bekal buat nona Shiroma yaaaa...!" teriak Gremio dari ambang pintu apartemen.

Ya ampun! Bikin malu saja. Untung apartemen mewah ini kedap suara.
Aku sebenarnya lebih suka tinggal di apartemen sederhana, tapi lagi-lagi si Gremio mengintimidasi ku tidak mau membuat bekal kalau aku menolak tinggal di sini. Alasannya sih supaya aku nggak sakit perut tinggal di apartemen sederhana. Alasan macam apa pula itu ???
Awas saja...aku akan mencari istri yang kecakapan memasaknya nggak kalah dari dia..huh!

"Oke..oke!" aku menjawab sambil lalu saja.

Aku juga sedikit menyesal telah menceritakan dengan detail hari pertama sekolah. Karena setelah itu, dia jadi ribut tanya-tanya tentang Shiroma melulu. Padahal sudah jelas-jelas aku menonjolkan si Ketua Dewan dalam ceritaku.

Aku sengaja ambil jalan memutar. Melihat kesibukan pagi hari di Water Margin City ini membuatku lebih bersemangat. Kalau saja aku bisa segera menemukan kolam pancing yang banyak ikannya, kegembiraan hidupku pasti akan lebih lengkap.

Aku baru saja mau menyeberang ke Entrance Gate Rainwall Housing Complex, ketika dari jauh aku melihat seseorang atau lebih tepatnya dua orang, yang sepertinya kukenal.
Frey ? Pagi-pagi begini? Bukankah seharusnya dia jaga ruang DM ?
Dan satunya lagi ? Si cewek rambut pink !
Ya ampun, mereka sepertinya terlihat mesra...dan apa yang kubawa ? Sekotak bekal buat si rambut pink ? Pasti akan sangat konyol...

"Hei Kau !" tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dengan keras. Aku berbalik.

"Ada apa ?"

"Kau mencurigakan! Pasti kau agen dari Kerajaan New Armes yang mengintai pangeran kami."

Hah? Aku cuma melongo...orang ini gila ato sinting ?! "Pangeran ?"

"Jangan berlagak bodoh ! Kau pasti berencana mencelakakan Pangeran Frey"

Ooooh...rupanya dia bodyguard si Frey, dan aku baru tau kalau si Frey itu pangeran. Kukira panggilan Prince hanya semacam julukan.

"Kau yang berlagak bodoh ! Kau pikir aku ada tampang seperti stalker ?"

"Apa itu stalker ?" tanyanya dengan tampang bloon.

"Sudahlah, aku bukan pengintai atau mata-mata atau stalker atau apalah namanya. Aku siswa Jowston! Dan aku juga seorang Prince! Jadi kalo kau macam-macam denganku, kau yang akan berakhir di penjara kerajaanku, mengerti ?" jawabku ketus.

Yeaah...kalau orang ini percaya dengan ceritaku, berarti tampang bloon nya benar-benar asli, bukan akting.

"Mmmm....maafkan aku, soalnya kau mencurigakan sekali. Tadi kau berniat menyeberang, tetapi mengurungkan niat begitu melihat Pangeran."

"Aku tidak jadi menyeberang karena aku ingat membawa dua bekal..." Aku ragu sejenak, "Yaah..ini untukmu saja kalau begitu," kataku sambil menyerahkan bekal yang dibuat Gremio untuk Shiroma.

"Terima Kasih Tuan, kau baik sekali. Sejujurnya pagi ini aku belum sarapan karena pangeran tiba-tiba berangkat lebih pagi dari biasanya."

O yeah ? Jadi si Frey itu bergerak cepat juga rupanya.

"Kalau begitu, kau termasuk orang yang beruntung karena bisa mencicipi menu terenak sedunia."

Aku meninggalkan bodyguard yang tak henti-hentinya berterima kasih itu dan melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Sorry, Gremio. Aku tidak suka kalau dianggap mengganggu hubungan orang.



-Shiroma-


Aku ingin menenangkan diri dulu...

tenang...

be calm....

tarik napas pelan-pelan...

hitung 1...2...3... hembuskaaaannn....

OMG ! Tadi pagi akan jadi salah satu peristiwa paling berharga dalam hidupku. Begitu keluar kost, aku kira aku bermimpi melihat Prince ngobrol sama nenek pemilik kost, dan yang lebih parah lagi, si Prince mengucapkan kalimat yang menyebabkan aku salting setengah mati.

Huuuuuh...bodohnya! Bodohnya! Bodohnya!

Selama jalan bareng, aku cuma bisa bilang "Oooh...Mmmm...gitu ya..."
huhuhu...ingin nangis rasanya, pasti Prince menganggap aku cewek bodoh, pemalu, ga asik, ga gaul, nerd, dan payah!

Hix..hix..hix... nangis lagi ? Aku bener-bener cengeng deh! Tapi air mata ini ga bisa terbendung....

"Hei, ngapain kau di situ pinky ?"

Aku mengucek-ngucek mata. Sepertinya itu suara Tir.

"Ya ampun.." Dia geleng-geleng kepala. "Seorang cewek berambut pink duduk di bawah pohon, mencabuti rumput, terus akhirnya nangis. Kau ini bodoh atau gimana sih ?"

"A..aku nangis karena lapar," aku bohong. Aku bener-bener malu ketahuan nangis.

Tir tersenyum simpul. Sepertinya dia tahu sesuatu. Mungkin tahu kalau aku bohong.

"Nih, untukmu." Tir menyerahkan sekotak bekal padaku masih sambil tersenyum simpul.

"Ta...tapi kau makan apa kalau ini kuambil ?"

"Tadinya sih aku mau makan di sini, tapi entah kenapa nafsu makanku hilang begitu ngeliat cewek aneh nangis di bawah pohon."

Huuuuh....sebel, selalu saja meledekku!

Bau sedap bento itu tercium...."Tapi begitu bento ini ada di tanganku, jangan harap aku mau membaginya sedikit pun denganmu."

Kami berdua tertawa.

Kurasa, bento yang sedap ini pun akan jadi salah satu peristiwa paling berharga dalam hidupku.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.shiromage.blogspot.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: [Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"   Today at 7:14 am

Kembali Ke Atas Go down
 
[Role Playing Area] : "La Bleu Ciel d' Amour"
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"
» "SRD Shifty Racing Development Exhaust" Edition: XTS / XTL
» (WTS) Area P Ninja 250 Carbon Muffler
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» "cewe?" cakep yang bkin cewe ngiri ^^

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Sharing Fate Together :: We Gather Near The Water :: Graveyard-
Navigasi: